TPHP SEBAGAI JURUSAN PEMACU TECHNOPRENEURSHIP

Mungkin tidak banyak yang mengetahui makna kata ‘TPHP’. Bukan karena tidak peduli atau tidak mengerti, melainkan banyak orang yang belum pernah mendengar eksistensinya dalam kehidupan bermasyarakat. Sering memang seorang teknolog pangan sulit mendapat tempat di masyarakat luas perihal prestasinya karena potensi teknolog akan terasa lebih dihargai ketika dia berada di dunia industri. Hal inilah yang membuat TPHP merupakan jurusan yang dikenal eksklusif di mata masyarakat.

Jurusan yang memiliki kepanjangan arti Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian ini bukan serta merta hanya sebagai jurusan penghibur di Fakultas Teknologi Pertanian UGM. Bukti untuk selalu berinovasi dan mengabdi pada masyarakat dapat terlihat jelas dari karsa serta karya yang dihasilkan. Melalui berbagai event ilmiah dan program kreativitas yang diselenggarakan oleh dikti, TPHP mampu memberikan sumbangsih nyata bagi masyarakat luas.

Menjadi mahasiswa TPHP bukanlah status sembarangan. Pemikiran kritis nan inovatif yang ditunjang dengan akhlak mulia dituntut ada pada setiap pribadi mahasiswa TPHP. Tak hanya itu, tahun ini almamater mencanangkan alumninya juga wajib memiliki jiwa entrepreneurship. Bukan hal yang mudah memang mengingat kapasitas seorang mahasiswa pun terbatas. Namun semua itu bukan hanya angan-angan semata ketika seseorang menyandang status ‘mahasiswa TPHP’ UGM.

Pada prinsipnya, istilah technopreneurship merupakan suatu gambaran semangat dari mahasiswa TPHP dalam berwirausaha dengan mengedepankan basis teknologi. Dengan menjadi mahasiswa TPHP, jiwa technopreneurship pun akan dipacu untuk tumbuh kembang secara sempurna. Teknologi aplikasi akan serta merta didapat dari teori-teori yang diajarkan di ruang perkuliahan, namun penerapannya bisa melalui praktik secara langsung. Seperti dengan mengikuti praktikum rutin di lab TPHP, kerja praktek di industri pangan, hingga terjun langsung dalam mengembangkan desa terpencil. Dengan begitu jiwa technopreneurship mahasiswa akan tumbuh dan berkembang dengan baik.

Kini seorang mahasiswa lulusan TPHP tidak perlu takut menatap masa depan. Pasalnya berbagai softskill akan didapatkan di jurusan tersebut, mulai dari kemampuan akademik hingga kognitif dan afektif akan begitu kental terasa. Seorang ilmuwan ternama, Albert Einstein, pernah mengatakan ‘Imajinasi itu lebih penting daripada ilmu pengetahuan sekalipun’. Maka dari itu, sudah saatnya kita mengubah pola pikir kita bahwa kuliah bukan hanya semata-mata mengejar sisi akademik belaka, padahal akan jauh lebih baik jika mahasiswa mendapatkan lifeskill di dunia perkuliahan. Salah satunya dengan mempunyai jiwa technopreneurship melalui jurusan TPHP. Aku bangga menjadi seorang mahasiswa TPHP.

0 komentar:

:a: :b: :c: :d: :e: :f: :g: :h: :i: :j: :k: :l: :m: :n:

Posting Komentar