SERAT KENAF SEBAGAI BAHAN ALTERNATIF INDUSTRI PULP

Kenaf dikenal sebagai tanaman penghasil serat. Fungsinya sama seperti rosela dan yute, namun batang kering kenaf merupakan bahan baku penghasil pulp yang berkualitas. Mutunya tak kalah dengan kayu pinus dan eukaliptus, bahkan lebih baik dibandingkan bagas (ampas tebu), bambu, atau akasia. Suwarso, Kepala Balai Penelitian Tanaman Tembakau dan Serat (Balittas) Malang, Jawa Timur, sudah beberapa tahun meneliti, memilah dan memilih ratusan jenis tanaman industri. Akhirnya dipilihlah Kenaf (Hibiscus cannabinus) yang dikenal sebagai salah satu penghasil serat karung, selain rosela (Hibiscus sabdariffa) dan yute (Corchorus capsularis). Tanaman ini tak mengenal musim, dilihat dari kandungan serat, macam dan sifat pengolahan pulp, kekuatan lembaran pulp, batang kenaf bisa menghasilkan pulp berkualitas. Keunggulan batang kenaf menurut Suwarso, terdapat pada kadar pentosan yang tinggi, yaitu 21,1%. Jauh di atas pinus yang hanya 10,25%. Selain itu, kandungan alpha selulosenya mencapai 39,3 %, tak kalah dengan bagas dan pinus. “Meski pun kandungan ligninnya rendah, yaitu 15,4%. Sedangkan bagas 19,2% dan pinus 30,6%,” katanya.

Dengan kadar pentosan yang tinggi tersebut, pulp dari batang kenaf mampu menghasilkan lembaran kertas yang memiliki kekuatan sama dengan bahan baku asal kayu berdaun, seperti pinus, bambu, akasia, dan eukaliptus. “Untuk pasokan industri, kenaf sangat berpotensi. Karena stok bahan keringnya lebih banyak dibandingkan kayu pinus. Per tahunnya bisa diproduksi 20 ton-24 ton per ha, sedangkan pinus hanya 12 ton per ha,” jelasnya. Daerah yang memiliki prospek untuk pengembangan kenaf Provinsi Kota Jawa Tengah Pati, Jepara, Rembang, Delanggu, Ungaran Jawa Timur Lamongan, Nganjuk, Kertosono, Jombang, Kediri, Blitar, Banyuwangi, Lumajang, Malang, Jember Kalimantan Selatan Pelaihari, Batola Kalimantan Timur Samarinda, Kutai Barat, Kutai Kertanegara, Kutai Timur

Dibanding Pinus, Bambu, Akasia, Eukaliptus, Bagas, tandan sawit dan batang padi, pulp yang berasal dari batang kenaf lebih baik. Mudah untuk diputihkan sehingga bahan pemasak yang digunakan akan lebih efisien dan hasilnya bisa dibuat kertas khusus, seperti acid free tissue, kertas surat, kertas rokok, dan check paper. Tanaman kenaf juga memiliki umur produktif yang relatif pendek, yaitu 3,5 bulan sampai empat bulan. Hebatnya, kenaf dapat ditanam sepanjang tahun dan tak tergantung musim,

Menurut Adji Sastrosupadi, seorang peneliti dari Balittas, pertumbuhan industri pulp dan kertas di Indonesia sangat cepat, pada 1993/1994 saja, berdiri 32 pabrik pulp dan kertas yang 14 di antaranya telah beroperasi dengan memproduksi pulp berkapasitas 1.334.700 ton per tahun. Hingga awal 2000 jumlahnya meningkat menjadi 34 pabrik dan yang beroperasi sebanyak 17 pabrik dengan kapasitas 5.478.400 ton per tahun. “Bahan baku utama mereka masih tergantung kayu berdaun, seperti pinus yang dihasilkan dari HTI dan bagas. Bila semua pabrik beroperasi, pengadaan kayu untuk pulp semakin sulit,” ungkapnya. Untuk itu saatnya industri pulp dan kertas harus memulai menggunakan bahan baku alternatif.

Begitu besarnya kebutuhan kayu untuk pulp, sebagai contoh PT Riau Andalan Pulp & Paper (RAPP) membutuhkan bahan baku kayu sebesar 9,5 juta meter kubik per tahun untuk memenuhi kapasitas produksi kertas yang mencapai 1,8 - 2 juta ton per tahun. PT Indah Kiat Pulp dan Paper (IKPP) membutuhkan bahan baku 8,6 juta ton per tahun yang semua tergantung pada kayu hutan, ini sasarannya jelas adalah dengan membabat hutan. Guna menekan tingkat kerusakan akibat penebangan yang tak terkontrol maka guna pasokan industri pulp dan kertas Departemen Kehutanan telah mengatur jatah hutan tanaman industri (HTI).

Christopher Barr, Senior Research pada Center for International Forestry Research (Cifor) menyatakan bahwa sejak akhir 1980, ekspansi industri kertas dan pulp di Indonesia melonjak 7 kali lipat. Menurut cifor selama tahun 1988 2000 dari 120 juta meter kubik kayu yang dipergunakan industri pulp diperkirakan hanya 10% yang dipanen dari HTI, sisanya yang 90% melalui praktik tebang habis dari hutan-hutan alam.

1 komentar:

Anonim mengatakan...

Thanx ya infonya, bermanfaat banget buat aq yang lagi ngerjain tugas mata kuliah BDT. serat. lam kenal aja.

:a: :b: :c: :d: :e: :f: :g: :h: :i: :j: :k: :l: :m: :n:

Poskan Komentar